Social Items

Minggu 3 November 2019 pukul  10 : 00 am – selesai  telah dilaksanakan kegiatan musyawarah besar (MUBES) HIMPUNAN MAHASISWA RAWANG  STIA NUSA yang bertempat di rumah salah satu anggota HIMA-R STIA di Desa Simpang tiga rawang, dusun air sempit.
Acara di buka secara resmi oleh Ketua pelaksana, saudara Rahmat hidayat dalam sambutannya mengatakan "kegiatan di lakukan setiap tahun di akhir priode kepengurusan dan juga bertujuan mewujudkan HIMA-R STIA menjadi organisasi kemahasiswaan yang lebih aktif, mempunyai rasa kekeluargaan, profesional yang tinggi, dan dapat menjadi wadah yang aspiratif bagi seluruh mahasiswa yang tergabung di HIMA-R STIA" Ujarnya
Mubes yang berlangsung dari jam 10 : 00 pagi sampai jam 16 : 00 sore berlangsung aman dan Lancar Hingga sampai pada keputusan akhir yang mengantarkan saudara Olga aristiawan sebagai ketua terpilih dan Ega saftiawan sebagai wakil ketua terpilih priode 2019-2020. 
Olga aristiawan (ketua terpilih) dalam pidatonya mengatakan "Kegiatan ini merupakan salah satu wadah silaturahmi sesama anggota Hima-R Stia dan almuni Hima-R Stia saya selaku ketua terpilih mengucapkan terimkasih kepada panitia pelaksana mubes Himpunan mahasiswa rawang  STIA yang telah suskses menyelengarakan kegiatan MUBES sampai selesai tidak lupa juga saya berterimakasih kepada seluruh anggota Hima-R STIA yang  telah memberikan kepercayaan nya kepada saya untuk memimpin kepengurusan Hima-R STIA Semoga silaturahmi diantara kita terjalin dengan kedepannya". Ungkap ketua terpilih #IO

MUBES HIMA-R STIA Lahirkan Nahkoda Baru



Jalannya lambat, suaranya kencang, Ia unik dan menarik banyak perhatian orang. Semakin tua umurnya semakin banyak yang mencarinya. Bahkan semaki dicintai dan disayangi.

Seorang pengemudi muda sederhana, yang menjual semua motor kerennya dengan harga puluhan juta. Hanya krena situa dengan laju yang lambat Vespa. Vespa itu ia rawat dengan biaya yang sangat mahal. Malam hari saat dimasukkan ke garasi ia diselimuti agar tak kedinginan.

Suatu hari saat ia mengemudi Vespa nya menuju tempat kerjanya ia sedang buru-buru karena ada janji dengan seorang calon kariawatinya untuk mewancaranya. Eh dijalan Vespanya malah mogok. Sampe memacetkan jalan. 

Tidak berapa lama kemudian datang sicantik sombong.

"eh mas kenapa Vespa kamu?... lihat tu dah macet sepanjang jalan" 
"Maklum mbak Motor tua, Maaf ia mudah-mudahan sebentar lagi bisa hidup"

Sudah hampir 20 menit, Veapa itu tidak bisa juga hidup. Dan wanita itu datang lagi.

"Mas cepatan dong, saya ada janji ni sama orang"
"Maaf mbak, Vespa saya ngjem udah saya usahain dari tadi. Tapi gak bisa juga, disapong ngejem, Remnya juga dah lengket gara2x berhenti mendadak jadi gak bisa saya dorong dan g' mungkin juga di angkat"
"Dasar miskin, cuma punya motor tua, bikin susah orang lain lagi" omel sicantik tadi lagi.

Pengendara itu hanya diam geleng-geleng. Ditengah - tengah cikcok itu bapak-bapak dengan tas peralatan datang memghampiri bersama seorang gadis muda dengan hijab dan wajah ke ibuan.

"Udah mbak, orang lagi kena musibah kok malah di hina" katanya menenangkan sicantik Sombong.
"Ini mas, bapak saya mekanik dan kebetulan kita bawa peralatan, biar di bantu sama bapak saya" sambungnya menawarkan bantuan kepada pengendar vespa itu.
"Terima kasih mbak, silahkan pak" jawabnya. 

Setelah beberapa lama di otak-otik Vespanya gak bisa nyala juga. Akhirnya bapak itu melepas remnya untuk di tarik pake tali saja. Agar dapat segera mengurai macet.

Dan kemudian motor itu datarik sama bapak dan yang membonceng gadis itu sampe ke Kantor si pengendara Vespa. 

Sesampai dikantor Pengemudi Vespa meminta sibapak dan anaknya masuk kekantor. Tapi bapak itu menolak dengan alasan buru-buru. Tapi pengendara Vespa memaksa. Akhirnya bapak dan gadis itu ikut masuk. 

"Bapak mau kemana?..."
"Mau ketempat kerja dek"
"Anak bapak ikut?..."
"Dia cuma antar saya, soalnya motor cuma satu, Dan dia juga mau pake cari kerja" 
"Ouh begitu, Keee"...
Tok... tok... tok.... 
Belum sempat pengedara itu melanjutkan pembicaraannya, terdengar suara ketokan pintu...
"Permisi pak!..."
"Ia masuk"
"Ini pak, Calon kariyawati yang mau wawancara sudah datang"
"Oke suruh dia masuk"
"Baik pak"

Calon kariyawati itu pun dipersilahkan masuk. Dan calon kariyawati itu kaget, ternyata sibos yang akan mewancaranya adalah sipengendara Vespa yang dia hina di jalan krena vespanya mogok. 

"Kamu?..."
"Bapak?... maaf kan perlakuan saya tadi. Soalnya saya tadi buru-buru mau kesini" jelas calon kariyawati yang terbyata si cantik sombong yang sok kaya.
"Maaf mbak, perlakuan anda tadi sudah cukup menjelaskan bagaimana diri anda. Saya membutuhkan sosok kariyawati yang bisa memahami orang lain dan bisa memberikan sebuah contoh yang baik bagi kariyawan/ti yang lain, Maaf anda tidak dapat saya terima disini" Sipengendara Vespa menolaknya untuk bekerja diperusahaanbya.
"Kalau tidak ada perlu lain silahkan keluar saya ada tamu". Tambahnya sambil mempersilahkan sicantk sombong untuk keluar. 

"Oh ia pak tadi bapak bilang si mbak mau cari pekerjaan, Simbak tamatan apa?..."
"Anak Saya saya sarjana ekonomi pak, Lebih tepatnya Acounting"
"Ouh kalau begitu, Kebetulan sekali saya memang sedang mencari acountan di perusahaan saya. Apa mbak membawa surat lamaran?..."
"Ouh ia pak, kebetulan saya sudah menyiapkan bahan-untuk melamar kerja, ini pak" potong si anak bapak sambil menyodorkan bahan lamaran. 

Si pengendara Vespa mengambil dan memriksanya. Setelah beberapa saat memeriksanya. 

"Bagus rapi, dan saya terima kamu bekerja disini"
"Bapak serius?..."
"Ia saya serius"
"Terima Kasih Pak"
"Saya yang harusnya berterima kasih, Soalnya bapak dan mbak sudah membantu saya hari ini".

Gadis lembut anak sibapak mekanik tadi bekerja dengan baik, dan sejak kehadiran di perusahaan ada banyak kemajuan-kemajuan besar yang sudah ia buat. Persuhaan pun semakin berkembang. 

Ditengah-tengah perkembangan yang cukup pesat, sang direktur masih saja mengendarai Vespanya. Sampai suatu ketika banyak kariawan kariyawatinya yang mulai mengkonplen direkturnya. 

Tok...tok...tok... suara ketokan pintu direktur. 
"Ia Silahkan masuk" direktur mempersilahkan masuk si pengetok pintu yang ternyata si mbak baik.
"Ada apa ma?..."
"Pa kariawan pada Komplen tu sama Vespa papa?..."
"Komplen kenapa ma?..."
"Katanya masa perusahaan udah semaju ini masih juga pake Vespa?..."
"Ma, Kalau bukan Karena Vespa ini, mungkin kita tidak akan menjadi suami istri seperti hari ini. Yang kemudian membuat mama dan papa bisa membangun jadi seperti ini"
"Ia sih pa, tapi setidaknya mobil itu sesekali papa pakailah"
"Ia ma, akan kita pakai kalau hujan atau ada perjalanan keluar daerah"
"Ia deh pa, Oiya pa apa sih yang bikin papa begitu sayang sama Vespa ini, padahal sering mogok, kaki papa juga sering luka pas ngidupinnya"
"Karena ketika ia mogok, ia mengajarkan papa untuk selalu bisa bersyukur, bahwa masih banyak orang yang berjalan kaki. Saat ia membuat kaki papa terluka, ia mengajarkan papa untuk tidak terlalu mencintai dunia. Karena ternyata meski Vespa ini papa sayangi, papa rawat dengan biaya yang cukup mahal ternyata ia masih saja bisa melukai papa. Apa lagi kalau papa terlalu mencintai harta yang ada. Suatu saat ia bisa saja melukai kita lebih dari luka lecet di kaki saat mengengkol vespa ini"

Mendenar cerita si derektur yang sudah memilihnya, untuk menjadi makmum itu, sigadis baik ini menangis terharu.
"Ya Allah, engkau telah karuniakan aku, seorang Imam yang luar biasa, yang senantiasa mengingat mu dengan apa pun yang ada disekelilingnya. Ya Allah, teguhkanlah kami di jalan mu" Do'a sang istri dalam hati saat menangis haru.

Melihat sang istri menangis haru dengan senyuman, manis sang suami memeluknya dengan penuh cinta. 

Mereka dikenal sebagai orang yang dermawan, selalu menyantuni orang-orang yang tidak mampu, hidup sederhana meski mereka hidup dengan kekayaan. Mereka juga dekat dengan masyrakat kecil. 
@safir

Kisah Inspirasi "Vespa Tua"

Kerinci, Ahad 20/10/19
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kerinci menggelar Silaturrahim Lintas Generasi  IMMawati se-kerinci (kader perempuan IMM) di Aula kantor bupati kabupaten kerinci dihadiri oleh seluruh IMMawati kerinci, beberapa Senior IMMawati yang lainnya dan juga hadir Ketua bidang IMMawati DPD jambi Ewia Putri.

Kegiatan yang dimotori oleh Pimpinan Cabang Bidang IMMawati Kerinci ( PC IMM kerinci) tersebut mendapat antusias yang tinggi dari peserta dan berbagai pandangan serta harapan dalam keberlangsungan IMMawati.

"IMMawati hari ini sudah saatnya untuk berperan di segala lini dan berbagai lintas kegiatan, immawati harus mampu menjadi pelopor yang terdepan untuk setiap pergerakan kebaikan" tegas ewia putri (kabid IMMawati DPD IMM jambi)

Lebih lanjut ewia mengatakan, dalam perkembangan zaman perempuan saat ini sudah saatnya untuk unjuk gigi dan mengambil peran masing-masing untuk kemanusiaan. IMMawati terkhususnya harus sebagai pelopor bukan lagi sebagai Followers yang asal angguk-angguk saja.

“Ada beberapa hal yang ditegaskan korps IMMawati Jambi yaitu :
1. Immawati harus berperan dalam segala lini apapun
2. immawati harus pro aktif menyuarakan hak2 perempuan
3. Immawati harus menjadi garda terdepan untuk pergerakan perempuan

Tetkait dengang kekerasan seksual yang hari ini marak terjadi di jambi maupun di daerah-daerah yang harus kita suarakan dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait seperti pemerintah, LSM Perempuan dan organisasi perempuan lainnya serta disisi lain sebagai Generasi pelopor perempuan, IMMawati juga dituntut untuk pro Aktif dalam menyuarakan Isu Perempuan baik itu dituangkan lewat gagasan ataupun Gerakan".

Besar harapan dengan adanya Seminar hari ini mampu melahirkan gagasan-gagasan ataupun Gerakan yang berani dari IMMawati serta mampu menuang perkaderan yang terstruktur dan terstandarisasi serta grand design yang jelas. #IO

Hadiri silatbar IMMawati Kerinci Korps IMMawati Jambi tegaskan beberapa poin yang harus dilakukan IMMawati se-provinsi Jambi



Sepenggal kisah kasih yang terawat dalam doa,
harap akan ada akhir yang bermula pada kalimat Basmalah, Asa dan rasa "S"aksi atas tatap
yang menyimpan jutaan perkara,
tepat di langit sekepal tanah dari surga
tepian jalan ahmad yani,
Pada keramaian yang bising
aku sunyi menatap mu

Puan berkerudung hitam di keramaian
Empat puluh delapan purnama berlalu
Demi asa yang tertata dalam sembah dan pinta
Kutiduri liar tatap ku, hanya untuk merawat kau
Agar terjaga dalam kata kita

menua dan tersesatlah di puisi ku
Maknai setiap syair yang kau baca
Separuh nya boleh kau ambil sebagai doa
Perihal kata yang tak kau baca
Biar abadi dalam kata pisah yang berujung kisah


Hamparan rawang , 02 oktober 2019

PENULIS : Friqwal

PUAN BERKERUDUNG HITAM DI KERAMAIAN


Randi yang meregang nyawa saat mengikuti aksi demonstrasi di Kendari Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 yang menjadi trending di Twitter, dengan sekejap menjalar informasi keseluruh tanah air, Randi yang juga kader IMM Kendari merupakan bagian tak terpisahkan dari organisasi Persyarikatan Muhammadiyah. 

Melihat tindakan represif oleh (oknum) kepolisian yang mengeluarkan tembakan kepada demonstran adalah tindakan yang brutal dan tuna keadaban demokrasi, manusia macam apa yang tega menghilangkan nyawa seorang mahasiswa. Dengan segenap duka demokrasi, kita prihatin terhadap aparat yang melakukan tindakan brutal. 

Randi adalah sebagian yang menggambarkan keseluruhan penjuru bahwa demokrasi telah gagal dipahami dalam ruang nafas keindonesiaan, randi telah menoreh simbol sejarah perjuangan mahasiswa yang menuntut keadilan ditegakkan, randi menjadi nama yang akan ditulis dalam batu nisan sejarah sebagi tragedi demokrasi. 

Seolah demokrasi mati, karena (oknum) polisi yang tuna demokrasi, padahal demokrasi juga dibangun dijalanan, karena dijalanan autentik keadilan diperjuangkan, dijalanan tapak kaki demonstran dilukiskan, tetesan keringan yang begitu suci menyentu tanah ibu pertiwi. Disitu perjuangan keadilan secara tulus dan jujur ditegakkan. Entah apa yang menjadi motif sehingga penghadangan tehadap demontran menjadi keras? Yang jelas kita mengutuk tragedi ini. 

Demokrasi mati disaat keangkuhan untuk membungkam suara kritis terjadi, demokrasi dibunuh oleh arogansi kekuasaan disaat 'kebrutalan' menjadi jalan, demokrasi tercendrai jika ruang protes dihentikan dengan represif. Ketunaan dalam melihat subtansi demokrasi orang akan melakukan apasaja yang bertentangan dengan demokrasi. 

Kejadian ini tak boleh terjadi lagi, tak boleh ada randi randi lagi dinegeri ini menjadi korban kebrutalan manusia yang tuna demokrasi. Pihak kepolisian harus menjadi pengaman setiap keadilan yang diperjuangkan di jalanan.

Jika ada perjuangan keadilan dilakukan dijalanan dalam nafas yang satu yakni demokrasi, maka pihak kepolisian wajib memberi pengamanan dan bahkan melindungi para demontran jika ada ancaman. 

Maka terakhir, mari kita teruskan perjuangan randi, menegakan keadilan dalam ruang demokrasi, memastikan menyambung suara lantang dan batin perjuangan randi demi tegaknya keadilan di negeri ini, sekalipun pejuang seorang randi telah tiada namun suaranya mendengung ketelinga pejuang demokrasi.

Indra (Ketua Umum IMM Kerinci Tahun 2011-2012) 
27 September 2019

Randi - Tragedi Demokrasi

Opini - Masa depanku masih "perawan", segala sesuatu masih mungkin terjadi padaku..."(J.P.Sartre, Being and Nothingness) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah menerbitkan penelitiannya tentang perkiraan tingkat bunuh diri. Pada tahun 2018 diperkirakan oleh WHO per 100 ribu orang. Pada tahun 2000 ada 5,9 pria dari 100 ribu pria melakukan bunuh diri. Pada 2010, angkanya turun sedikit menjadi 5,6 Pada 2015, angkanya menjadi turun menjadi 5,3 pada 2016. Kebanyakan usia muda 15 sampai 20 Tahun.

Dalam data WHO Indonesia cukup memprihatinkan tingkat bunuh diri, kebanyakan adalah anak muda. Persoalannya tentu berbeda-beda intinya 'mood' psikologis manusia. Itulah persoalan yang memberi dampak pada mental psikis, terutama dikalangan anak muda yang masih rentan terhadap depresi, depresi sebuah peristiwa mentalitas yang dipengaruhi oleh faktor luar maupun dalam, faktor luar apakah persoalan dan tekanan yang menimpa seseorang, karena ketidakmampuan menghadapi dia akan menjadi depresi.

Anak muda merupakan aset masa depan yang akan mengisi kekosongan peradaban, makanya sartre mengatakan masa depan kita adalah 'perawan', artinya masih suci sekalipun masa lalu ada dosa. Karena pikiran dan jiwa dibelenggu oleh persoalan masalalu, membebani pikiran, yang membuat beban hidup semakin berat. Jika kita lebih 'tenang' menghadapi hidup, pasti kita akan menemukan 'kelegaan', karena tak ada masalah dimasa depan, hanya menjaga 'keperawanan' dalam imajinasi, bukan dia harus hidup dalam imajinasi saja, namun harus di isi dengan kebaikan yang telah Allah perkenankan.

Hanya manusia merasa sendiri dia akan menjadi depresi, padahal Tuhan selalu ada dan dimana saja kita berada, Tuhan selalu bersama kita, hanya saja pusat kesadaran manusia hilang kontak dengan sang Tuhan. Pada dasarnya manusia tak bisa mandiri, dia perlu diluar diri, yang paling utama dan sangat penting adalah merasa selalu bersama Tuhan", sehingga kesadaran hidup menjadi lebih ada.

Dalam kehidupan masalah sering menjadi ancaman kehidupan, dia bukanlah masalah harus meniadakan, tapi justru masalahlah yang membuat manusia hidup, hadapi dan nikmati, karena Allah tidak membebani manusia diluar kemampuannya.

Kita tidak sedang menerka sebab bunuh diri, tapi kita mencoba menjelaskan apa persoalan kehidupan yang membuat hidup di dunia harus di akhiri, jika mati adalah takdir Tuhan maka Tuhan mentakdirkan setiap kematian, maka tak mungkin mati jika Tuhan tak berkenan, jadi semua kematian adalah ketetapan Tuhan, itulah perspektif Teologis. 

Namun Tuhan telah memberi kehendak dan keinginan untuk berbuat, ada yang mencoba bunuh diri, berkeinginan memanjat tiang, namun tak mati, karena keburu diselamatkan masyarakat, itu hanya contoh yang menggambarkan pada mungkin lebih beribu orang yang mencoba bunuh diri tapi gagal. "Gagal' bunuh diri menjadi sebab tidak mati, dan itu ada 'skenario' Tuhan yang tidak mentakdirkan kematian bagi orang, tentu ada juga yang diperkenankan Tuhan.

Dalam hukum eksistensialisme, bahwa kehidupan mencapai 'akibat' karena 'sebab', segala yang "sebab' maka beakibat. Itu hukum rasionalistik dalam perspektif eksistensialisme. Tatkala kita membaca psikologis depresi, kita menemukan gumpalan-gumpalan masalah yang tak terpecah, sehingga membuat reaksi 'mood' terganggu, sehingga 'mengakhiri lebih baik dari pada hidup itu sendiri". 

Agama telah memberi jalan keluar, persoalan hidup tangga menuju 'derajat', semakin mampu kita menempuh persoalan semakin tinggi derajat kita disisi Tuhan, maka jalan menempuh itu dengan 'sabar' dan 'shalat'. Kenapa sabar dan shalat?

Karena sabar merupakan sikap menerima dengan lapang dada sembari berusaha, sedangkan shlat mempertajam rasa Ketuhanan agar tak merasa sendiri, sehingga dgan shalat manusia bisa 'curhat' kepada Pemilik alam semesta. Wallahu'alam.

(Indra : Sekretaris PD PM Kota Sungai Penuh)

Bunuh Diri Bukan Solusi


Dalam data presentasi "Kebencian Masyarakat Indonesia" pada politik ternyata naik. Tahun 2014 lebih kurang 20 % sedangkan Tahun 2019 menjadi 40%, tentu menjadi kajian dalam melihat gejala anti politik bahkan bergeser menjadi anti demokrasi. 

Politik sesungguhnya instrumen dalam menegakan keadilan, mensejahterakan, memberi ruang kebebasan. namun politik telah di dekonstruk menjadi politik kaum mafia, segala mafia ada didunia politik, Mafia hukum, mafia jabatan, mafia kekuasaan kedinastian, mafia pendidikan, mafia seolah keagamaan, mafia segala mafia. 

Partai politik yang menjadi "rahim" untuk melahirkan kepemimpinan politisi negarawanan dan ketulusan. Namun hal itu terkesan "gagal" untuk di adakan, sehingga kerusakan perpolitikan menjadi sistim yang sangat apik terlestarikan, tatkala bangunan politik ini sudah seperti lingkaran setan, maka dalam perspektif psikologis, kebudayaan politik yang dilakukan secara sadar dengan terus menurus akan menjadi hukum itu sendiri, sehingga tak ada keadilan dalamnya, yang ada merasa adil tanpa keadilan itu sendiri. 

Transaksi pikiran sudah jauh dari bangunan demokrasi, kita diendap penyakit oligargi, monarkisme, bahkan politik renteisme. justru yang dijadikan "jual beli" politik adalah keuangan. sehingga kondisi ini membuat masyarakat "depresi" sampai "frustasi" terhadap peran politik dalam mendistribusikan keadilan. dalam hal ini sebagian masyarakat dipaksa "memaklumi" dengan mencoba mencari "Pembenaran" yang di anggap "pemakluman. Namun lebih disyangkan, aktivis ikut mengkampanyekan politik menurut "nafsu" kerakusan dan kerusakan. 

Aktivis seharusnya memiliki daya nalar yang kuat terhadap politik ausltruisme dan meritokraisme, yang terus di perjuangkan dalam alam demokrasi politik hari ini. keadilan ada sebuah puncak sekaligus dasar perjuangan demokrasi itu sendiri. karena itu masyarakat akan mendapat perubahan hidup. Oleh; Indra

Politik dan Visi Keadilan

Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan ujian promosi Doktor ke ke-1166 adalah Norman Ohira seorang Putra Kerinci kelahiran Hiang ini merupakan Dosen Fakuktas Adab, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci.
 
Jauh sebelum itu Norman Ohira pada 2018 silam juga terpilih menjadi salah satu penerima program beasiswa Partnership in Islamic Education Scholarships (PIES) tahun 2018 Studi ke Melbourne, Australia.

Pada Promosi Doktor ke 1166 ini, Norman berhasil mempertahankan disertasi berjudul: "Penguatan Identitas Melayu Muslim dalam Jaringan Perdagangan Abad 16-17" di bawah bimbingan Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA dan Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA., Rabu, (18/09/2019)

Norman diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Jamhari, MA, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA, Prof. Dr. M. Atho Mudzhar, MSPD, Prof. Dr. M. Dien Madjid dan Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum, Pada ujian tersebut Norman Ohira berhasil meraih Yudisium Cum Laude. (Sumber : UIN Syarif Hidayatullah)




Ujian Promosi Doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Norman Ohira Raih Yudisium Cum Laude

Langganan Berita via Email