Berkemajuan.com-Kampus seringkali menjadi tempat tumbuhnya
senioritas. Budaya senioritas masih menghalangi mahasiswa baru di banyak
kampus di Indonesia. Para senior merasa memiliki otoritas untuk mengajar
juniornya melalui kaderisasi, seperti kekerasan dengan alasan “karna
ku sayang ko ini de”. Tidak jarang, praktik ini justru menyebabkan
penyiksaan fisik dan mental. Ironisnya, tradisi ini di normalisasikan bahkan
dibanggakan sebagai hal yang wajar di kampus. Meskipun demikian, jika diteliti
dengan cermat, praktik ini justru merusak prinsip pendidikan dan menciptakan
rantai kekerasan yang berlanjut dari generasi ke generasi. Seperti yang di
katakan Paulo Freire bahwa yang tertindas hari ini akan
menjadi penindas di kemudian hari, bilah ta ada penyadaran akan menjadi lingkaran setan.
Penomena maraknya konten parodi senioritas di media sosial seperti kanda
karca, memperlihatkan kita ruang dialog antara senior dan junior. Bukan sekedar
bahan candaan dan tertawaan, tetapi menyiratkan banyak pesan di dalam setiap
kontennya. Sosok kanda karca yang karismatik di takuti semua juniornya.
Memperlihatkan kita betapa feodalnya senior, apapun perintah dan suruhannya
anti untuk di tolak junior. Namun Pada masa lalu, senior dipandang sebagai
pencerah dan pembimbing, tetapi saat ini, beberapa mahasiswa melihat
keberadaannya cenderung mengarah pada pola perbudakan. Junior diminta untuk
tunduk daripada berkembang dalam kebebasan berpikir.
Ini
merupakan satir atau sindiran kepada mereka yang gilah penghormatan. Dari semua
parodi tersirat pesan bahwa generasi muda perlu diberi ruang untuk berinovasi dan
berkembang. Senioritas yang terlalu ketat bisa membuat kita terjebak dalam pola
pikir lama dan membatasi potensi individu. Jika kita mau membuka pikiran,
generasi muda dan tua dapat saling belajar dari satu sama lain. Jangan biarkan
perbedaan usiaa atau pengalaman memisahkan kita.
Meskipun banyak orang terhibur, ada beberapa hal yang perlu kita
pertimbangkan mengenai dampak parodi ini terhadap persepsi kita terhadap
senioritas, otoritas, dan hubungan antar generas. Parodi yang
ditunjukkan oleh Kanda Karca memberikan ruang bagi generasi muda untuk
berbicara, mengkritik struktur senioritas yang dianggap tidak penting, dan
menunjukkan bahwa kekuasaan yang berlebihan kadang-kadang dapat menghentikan
kreativitas dan ide-ide baru. Sebaliknya, ada kekhawatiran bahwa parodi seperti
ini dapat merusak rasa saling menghormati antara generasi muda dan yang lebih
tua. Ketika senioritas dijadikan bahan candaan, generasi tertentu mungkin
merasa dihina atau dilupakan, daripada dipahami.
Tentu tidak semua senior mempunya tabiat gila penghormatan, hanya
suka memerintah ini itu, lalu memarahi dan menghukum tanpa memberitahu mana
yang benar. Tetapi ada juga yang benar mempunyai niat untuk melihat dan
mewariskan peradaban kepada generasi mudah, entah memberikan dengan materi atau
ilmu pengetahuan. Senior seperti ini seringkali hannya bermain di balik layar.
Humor adalah alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, tetapi penting
untuk diingat bahwa parodi tidak boleh menghilangkan rasa hormat. Tanpa adanya
batasan yang jelas, kita dapat melampaui batas yang seharusnya dihormati,
terutama dalam hubungan antara yang lebih tua dan yang lebih muda.
Pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berbicara dan
penghormatan terhadap senioritas adalah pesan utama yang ingin disampaikan.
Parodi ini tidak jarang membuat orang tertawa, tetapi ia juga mengkritik
otoritas yang tidak adil, struktur kekuasaan yang kaku, dan
ketidakadilan sosial yang sering kali tersembunyi di dalamnya. Kanda Karca
mengajak kita untuk lebih bijaksana dalam memahami peran senioritas di dunia
yang semakin terbuka dan terhubung ini, dan untuk berani berbicara tentang
hal-hal yang mungkin selama ini tabu atau tidak mudah dibicarakan.
Meskipun parodi ini
memiliki banyak manfaat, kita harus ingat bahwa kebebasan berbicara harus
diimbangi dengan rasa hormat. Humor yang menyentil tidak boleh melukai atau
merendahkan orang, terutama dalam hubungan antara generasi.
Secara keseluruhan,
parodi Kanda Karca bukan hanya sebuah hiburan; itu juga merupakan kritik sosial
yang mendorong kita untuk merenungkan bagaimana kita melihat orang-orang di
atas, kekuasaan, dan otoritas di dunia internet yang terus berubah. Dengan cara
yang cerdas dan menghibur, Kanda Karca telah membuka mata banyak orang untuk
melihat sisi lain dari masalah yang seringkali dianggap sepele, tetapi
sebenarnya menyentuh aspek penting dari kehidupan sosial.

Posting Komentar