Nilai Dasar Ikatan: Masihkah IMM Berpihak Pada Kebenaran?



Oleh: IMMawan Lubis (Kader IMM Luwu Utara)

Termaktub dalam Nilai dasar Ikatan bahwa kejahatan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran adalah musuh wajib bagi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) . Demikianlah doktrin yang sering di tanamkan para kakanda kepada adindanya pada saat forum-forum formal maupun non formal. Menurut penulis, isi Nilai dasar Ikatan tersebut kerap kali dihinakan oleh para kakanda yang tidak punya malu dan  tidak tahu diri, dikarenakan mereka merasa paling tahu dan mempunyai otoritas untuk Menentukan arah gerakan, merawat dan mempertahankan dan bahkan menunjang eksistensi ikatan  sebagai alasan,sekalipun menghinakan diri mereka ( sadar maupun tidak sadar ) dan tidak lagi berpihak pada kebenaran.


Kepastiannya adalah IMM harus tetap menjaga posisinya pada barisan kaum mustad'afin, membela kebenaran sampai akhir hayat. Tidak ada kompromi maupun maaf bagi mereka yang melakukan kejahatan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran di alam ini. 


Belakangan ini, para kakanda terhormat telah menunjukkan sikapnya yang sangat pecundang. Lari dari tanggungjawab untuk bertahan di barisan kaum Mustad'afin, berjuang demi kebenaran dan fatalnya melakukan kompromi kepada para pelaku kejahatan dan kemungkaran.


Poin penting yang ingin di sampaikan penulis adalah. IMM akhir-akhir ini tidak mampu memposisikan dirinya, berada di pihak mana dan ingin membela siapa ? Perihal tersebut sangat kabur, dan sulit menyimpulkan IMM berada di posisi mana. Menurut penulis pada konteks ini IMM menjadi bunglon, artinya menjadi pembela kebenaran jika mereka di untungkan secara kelembagaan atau individu (pragmatisme) dan bisa juga menjadi dari barisan pembela kejahatan jika diuntungkan secara kelembagaan atau individu. Demikianlah faktanya kondisi ikatan, jika semua kader berpikir jernih, tenang dan jujur.


Hemat penulis, ada disintegrasi yang terjadi pada implementasi konsep dan praktek yang di lakukan para kakanda. Entah apakah mereka bodoh atau sedang membunuh akalnya dan melacurkan dirinya pada kepentingan yang hina. Konsep idealnya adalah ingin membela kebenaran dan melanjutkan perjuangan Muhammad. Tapi dalam prakteknya berwajah Abu Lahab.


IMM secara kelembagaan ingin mencontek semua perjuangan Muhammad dalam membela kebenaran dan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Muhammad. Muhammad Dengan perjuangannya sangatlah jelas posisinya. bersama,memeluk dan berdarah-darah untuk membela para Mereka yang tertindas, membela kebenaran dan tidak melakukan kompromi kepada mereka yang melakukan kejahatan.


Mengklaim Muhammad sebagai simbol perlawanan pada kejahatan tapi pada kenyataannya adalah dalam tubuh ikatan banyak para pelaku kejahatan dan kakanda menormalisasikan perihal tersebut dengan alasan demi keberlangsungan IMM maka kompromi adalah jalan satu-satunya. Hemat penulis pada konteks ini kakanda IMM menjadi bunglon, pecundang dan melakukan penghianatan pada nilai dasar Ikatan. Ganti saja NILAI DASAR IKATAN IMM menjadi NILAI DASAR PECUNDANG.


Gerakan IMM di akar rumput sangatlah tertatih. Beragam soal yang harus diselesaikan mulai dari melakukan perkaderan, merawat budaya membaca, kajian,menjaga komisariat agar tetap hidup, menjaga kader agar aktif, merawat pimpinan agar mau melaksanakan tanggung jawabnya,ikhlas berkarya dalam bakti, lelah berIMM adalah ladang pahala, dan yang paling berat adalah menjaga idealisme kebenaran. 


Semuanya yang dijaga dan di rawat di atas di hancurkan oleh para kakanda pecundang yang setiap momentum melakukan kompromi para elit. Dan para elit tersebut terlibat dalam melakukan kejahatan, kesewenang-wenangan dan kemkaran. Dari semua itu konsekuensi adalah melemahkan semangat kader yang berada di akar rumput. Wacana menjaga dan merawat idealisme hanya sampai pada tataran kader akar rumput, sedangkan tataran kakanda/kader yang berada di Menara Gading idealisme tidak lagi di butuhkan apatah lagi dengan alasan untuk menjaga eksistensi IMM.


Tulisan ini buat untuk kakanda yang pernah dan selalu melakukan penghianatan pada kebenaran dengan dalil melakukan kompromi pada para elit ( kejahatan kesewenang-wenangan dan kemungkaran ) demi merawat eksistensi dan keberlanjutan organisasi IMM. 


Kakanda terlalu banyak melakukan normalisasi dengan dalil kepentingan organisasi dengan tidak sadar membawa organisasi di jurang kemunafikan dan menjauhkan diri pada barisan kebenaran.


TANWIR XXXIII. MALANG 

ENERGI KEJAHATAN UNTUK OLIGARKI

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama