Social Items


Potret by : Ar


by Safir : Seorang Desainer Jomblo yang belajar desain Grafis secara aoutodidak, Mulai dari desain 2 dimensi, 3 dimensi, Kosntruksi, Arsitektur dll. Semua tanpa menempuh jenjang pendidikan Formal dibidang desain. Itulah kenapa dr. Autod Grafis. 

dr artinya ia dokter, kenapa dokter?... hanya sebagai penghibur diri saja, buat lucu-lucuan sendiri. biar gak terlalu fokus ke kertas, rol, Pensil penghapus, Komputer dll. Hehehe bukan gelar yang di dapatkan dari instasi akademik. 

Autod maksudnya adalah Autodidak, jadi pas mau bikin nama instagram biar gak kepanjangan ia dibikin autod, gituh. Kalau grafis ia artinya  gambar semua juga pasti udah pada tau itu.

Jadi dr autod Grafis, ya seorang yang belajar mendisain dibeberapa bidang desain secara  autodidak. simple gitulah, benar atau gak nilai sendiri. "Ctt Tidak layak jadi referensi"

Trus apa ia kerjaannya dr. Autod Grafis ini?...
Soal kerjaan si dr. Autod Grafis, dia gak bekerja di kantor atau instasi Formil yang membutuhkan legalitas ijazah atau sertifikat, gak ada kantor sama sekali. Karena memang dia gak punya lesensi untuk itu.

Trus untuk apa ia belajar itu semua?...
Awalnya hobi saja dibidang desain grafis, yang kemudian hasil-hasil itu di uplaod di akun sosial medianya. Lama-kelamaan ada yang tertarik dengan karianya, kemudian mengajaknya bekerja sama dibidang desain grafis. Nah ketika itulah si dr. Autod garfis ini sadar ternyata hobinya bisa jadi duit alias uang. uang?... ngomong-ngomong soal uang siapa sih yang gak mau?... ia gak guais?...

Semejak itu beberapa pengusaha yang beruang---uang....uang----uaaaaannnnggggg mulai mengenalnya. kemudian sering menghubunginya untuk mendesain beberapa kebetuhan usaha mereka. Seperti logo, Merek, Kemasan, Spanduk, brosur, kalender, Dll yang jelas di dibidang Desain grafis, sistimnya iiiaaaaa secara Freelance. 

Soal bayarannya bagaimana?...
Ada yang bayar dibawah kebutuhan, ada yang bayar lebih bahkan sampai si dr. Autod Grafis merasa tidak pantas menerimanya, karena Kemahalan. Bahkan ada yang cuma mito alias minta tolong, hehehee . Maklum desain grafis sama gratis beda tipis. Oups.,.... kebablasan deh penulis jadinya. Tapi gak masalah bagi sang dr. Autod Grafis, Bukan grafis atau gratisnya, tapi pada berkariya untuk membuat orang lain tersenyum. Dengan itu sudah cukup untuk membayar lelah khayal dan lelah mata.

Kok seperti itu?...

Ia dr. Autod Grafis memang tidak pernah menetapkan tarif dari karyanya, ia biarkan siapa yang melihat atau  memakai jasanya yang menentukan tarif atau harga. “Bayarlah semahal anda menilai karya saya”. Artinya kalau mereka bayar murah, berarti desain yang sang dr autod grafis berikan, ia mungkin tidak menarik buat mereka atau mungkin memang waktu itu lagi gak pegang duit lebih atau  bisa jadi mereka juga bingung soal harga desain.

Yang bayar mahal, berarti mereka puas dengan kariya sang dr autod grafis, ataw memang mereka yang dermawan, hingga mau membayar pekerjaan yang dalam kurung waktu 2 s/d 12 jam sampe 1 hingga 10 jt. "Songong Lo" hehehe

Yang gak bayar iaaa mungkin desain kita bernilai gartisan di matanya, atau belum mau bayar, atau bayarnya nati-nati aja, sampe mereka lupa, jadi gak bayar deh... hehehe kiding. Dan atau-atau-atau lainnya. Gak tau deh apa alsan mereka. Fositif thinking aja. 

Nah, tadi katanya gak ada kantor atau instasi yang mau pake orang tanpa lisensi, kok ada yang pake jasanya dr Autod Grafis, dari mana mereka tau?...

Itu mah hal lain, kan freelane, kerja ya kita yang atur mau dengan siapa saja dan kapan mau dikerjakan. Tempat kerjanya ia dikamar aja.
Pergi pagi pulang pagi, maksudnya pergi kekamar pagi keluarnya pagi kalau udah banyak yang butuh jasa si dr ini. Sesekali nongkrong di Cafe, gaya-Gayaan kayak orang kaya kemudian selvie dan upload ke sosmed biar dapat like dan komen yang banyak. Hehehe kiding.

dapat pelanggannya dari sosial Media dan memamfaatkan technologi internet yang ada, juga dari kenalan yang sudah tau atau kenal sang dr. Autod Grafis ini.Gituloh marketnya sesimple itukan. 

makanya pake Android/ Smartphone tu jangan cuma di pake untuk snap atau pos sana-sini aja, apa lagi cuma di gunai buat curhat di sosial media dang kepoin pacar. pake dong buat yang produktif. hehehe kiding guais...

Soal sering nongkrong di cafe, bukan berarti si dr. Autod grafis mau bergaya layaknya orang kaya yang beruang-uang-uaaaangggg... Tapi karena kadang setelah desain awal selesai, para pengusaha kaya itu ya ngajak deal desain atau koreksi desain biar sesuai dengan hatinya di cafe gitu. Jadi makan di cafe itu gratis, di traktir sama si pengusaha kaya. hehehe ... Nah mumpung dah di cafe biar kelihatan gaya gitu, sempatkanlah buat selvie dan isi snhaps sosmed gitu loh. Hehehe

Trus juga sering upload poto di coffee shop, kayaknya bagrounnya tu ada tulisan radjea coffee gitu, apalah namanya itu?...

Soal coffee, Si dr. Autod Grafis ini ternyata penikmat Coffee pahit, jadi kalau kehabisan ide ia nongkrong di coffee radjea, Arabica Asli Sungai Penuh, pahit tapi ueenaak tenan loh. heheh aroma coffee yang diseduh di pabriknya itu luar biasa membawa khayal langit yang mebiru, malhirkan ide dengan sejuta mimpi. hehehe

Pantasan gak pernah upload foto bareng cewek di cafe, Upload Foto sendiri terus, kirain lagi nunggu do’i atau isteri tadi!... hehehe

Gak lah, mana ada yang mau sama orang yang di presepsikan oleh tetangganya sendiri sebagai anak manja, anak rumahan, Kerjaannya di kamar mulu, makan tidur, terus sekali keluar gaya-gayaan di cafe, hanya bisa ngabisin uang orang tua. “Presepsi orang wajar lah mereka meilhat kenytaan yang seperti itu, tapi tidak melihat fakta yang terjadi”.

Nah presepsi ini sering kali melekat pada diri seorang desainer terutama yang freelane. Karena mainset oarang pada umumnya itu, kalau kerja ia kalau gak ada tempat tetapnya (kantor), ada baju dinasnya, atau ada kotor-kotorannya, itu baru kerja bagi mereka. 

Tapi kerjaan seperti yang dilakukan si dr autod Grafis ini yang di kamar, dan sesekali keluar buat deal desain seperti yang di ceritakan di atas, jadi dianggaplah dia tidak punya pekerjaan, manja dan ngabisin uang orang tua. Hingga calon mertua yang entah siapa juga jadi ragu nglepasin anaknya ke dr autod grafis jomblo ini. Hehehe. Siapa sih yang mau ngelepasin anaknya sama orang manja dan ngabisin duit orang tuanya saja. "boleh gak punya kerjaan tetap, yang penting tetap bekerja ia guais"

Ia mereka sedang salah Presepsi, dan itu wajar, mereka gak lihat sulitnya di kamar. Memang terlihat seperti orang manja dan tak bisa apa-apa. Tapi jika mendesain itu mudah maka tak akan ada jasa desain Grafis. Semua orang akan melakukanya sendiri. Tapi buktinya orang-orang butuh itu untuk sesuatu yang lebih besar.

Desain grafis atau di dunia akademik di kenal dengan DKV desain komunikasi Visual, bukan sekedar menggambar tapi bagaimana menyampaikan pesan dengan gambar yang kita buat. Sebisa mungkin setiap goresan dan warna memiliki maknanya tersendiri.

Seorang desainer dituntut memahami banyak komponen kehidupan dalam bentuk simbol, dan memahami makna warna, sampai ke fisikologi warna yang ada. Mereka juga di tuntut untuk mampu mengperkirakan angka atau hitung-hitungan. Dll. Untuk zaman di era milenial ini!!! mereka juga di tuntut untuk menguasai technologi komputer, dan mengoperasikannya, Seperti Corel draw, Photoshop, Adobe Ilustratool, Scat up, dan lain-lain. 

Dimana setiap itu memliki tool-tool yang banyak dan berbeda, dan mereka harus mengingatnya baik-baik agar mampu mendapatkan gambar yang sesuai dengan apa yang ada di kepalanya. Tingkat khayalpun juga harus tinggi. Secara kesabaran juga di tuntut untuk dipelajari, aaaa karena pasti akan ketemu dengan pelanggan yang rewel banyak maunya dan berulang-ulang meminta revisi, kadang udah di revisi berulang kali eh malah balik ke desain awal.
"itu Pasti akan ketemu, kalau ketemu jangan marah, mereka mau bagus, krena itu mereka berani bayar jasa kita mahal" Hehehe

Jadi Dunia orang-orang yang berprofesi sebagai anak manja yang ngabisin uang mak itu, hehehe tidak semudah yang dipresepsi mereka yang tidak memahaminya, dunia ini sangat sulit dan berat, dan menentut ketelitian yang mendetail.  Bahkan lebih dari itu.

Oups, ,,, dunia kalian juga berat kok, bukan hanya dunia para desainer. Tapi ketika kalian sudah memilih dunia itu, maka cintai lah dunia pilihan kalian, dengan itu seberat apapun Profesinya akan terasa ringan untuk dijalani. Yang penting jangan saling menghina antar profesi. karena apabila kalian memilih itu, itu adalah yang terbaik untuk kalian. Abaik sang penghasut “iblis Penggoda, musuh hakiki manusia” yang menghasut kalian untuk mengeluh kemudian putus asa, akhirnya jadi gila. hehehe kiding lagi.

kalau dah diberi Rezeki,  jangan lupa bersyukur dan berzakat. Ingat setiap rezeki yang allah berikan kepada kita ada hak orang lain. Jika susah cari tempat zakat yang tepat, ada Lazismu tu yang siap mendistribusikan zakat kalian ke orang yang berhak menerimanya, insya Allah amanah dan sudah terbukti. Hehehe

Soal jomblo, dr Autdo Grafis yang  sok sibuk, bukan jomblo karena gak laku, tapi karena gak sempat pacaran. Ntar aja kalau dah masanya lasung aku terima nikahnya. Biar bisa langsung mendisain masa depan yang indah bersama sang bidadari syurga. mudah-mudahan bidadari syurga anak para klaien yang kaya raya. "Oupssss ofside Hehehe"

Para desainer, jangan sampe gak bisa desain masa depan yang indah ia bersama bidadari syurganya nanti. Dan mulailah desain yang indah itu dengan desain undangan pernikahan kalian. Ntar habis di desain dan susah nyari tempat nyetaknya datang aja tu ke SAHABAT PERCETAKAN, Ada lah diskon khusu buat para desainer yang mau mendesain masa depannya. Hehehe kiding.
Ok gais itulah tulisan singkat kita.
Ctt : ini bukan ilmu desain, tapi ini cerita tentang sang desainer jomblo.Fiktif..
@Safir

Dr Autod Grafis Jomblo


Potret by : Ar


by Safir : Seorang Desainer Jomblo yang belajar desain Grafis secara aoutodidak, Mulai dari desain 2 dimensi, 3 dimensi, Kosntruksi, Arsitektur dll. Semua tanpa menempuh jenjang pendidikan Formal dibidang desain. Itulah kenapa dr. Autod Grafis. 

dr artinya ia dokter, kenapa dokter?... hanya sebagai penghibur diri saja, buat lucu-lucuan sendiri. biar gak terlalu fokus ke kertas, rol, Pensil penghapus, Komputer dll. Hehehe bukan gelar yang di dapatkan dari instasi akademik. 

Autod maksudnya adalah Autodidak, jadi pas mau bikin nama instagram biar gak kepanjangan ia dibikin autod, gituh. Kalau grafis ia artinya  gambar semua juga pasti udah pada tau itu.

Jadi dr autod Grafis, ya seorang yang belajar mendisain dibeberapa bidang desain secara  autodidak. simple gitulah, benar atau gak nilai sendiri. "Ctt Tidak layak jadi referensi"

Trus apa ia kerjaannya dr. Autod Grafis ini?...
Soal kerjaan si dr. Autod Grafis, dia gak bekerja di kantor atau instasi Formil yang membutuhkan legalitas ijazah atau sertifikat, gak ada kantor sama sekali. Karena memang dia gak punya lesensi untuk itu.

Trus untuk apa ia belajar itu semua?...
Awalnya hobi saja dibidang desain grafis, yang kemudian hasil-hasil itu di uplaod di akun sosial medianya. Lama-kelamaan ada yang tertarik dengan karianya, kemudian mengajaknya bekerja sama dibidang desain grafis. Nah ketika itulah si dr. Autod garfis ini sadar ternyata hobinya bisa jadi duit alias uang. uang?... ngomong-ngomong soal uang siapa sih yang gak mau?... ia gak guais?...

Semejak itu beberapa pengusaha yang beruang---uang....uang----uaaaaannnnggggg mulai mengenalnya. kemudian sering menghubunginya untuk mendesain beberapa kebetuhan usaha mereka. Seperti logo, Merek, Kemasan, Spanduk, brosur, kalender, Dll yang jelas di dibidang Desain grafis, sistimnya iiiaaaaa secara Freelance. 

Soal bayarannya bagaimana?...
Ada yang bayar dibawah kebutuhan, ada yang bayar lebih bahkan sampai si dr. Autod Grafis merasa tidak pantas menerimanya, karena Kemahalan. Bahkan ada yang cuma mito alias minta tolong, hehehee . Maklum desain grafis sama gratis beda tipis. Oups.,.... kebablasan deh penulis jadinya. Tapi gak masalah bagi sang dr. Autod Grafis, Bukan grafis atau gratisnya, tapi pada berkariya untuk membuat orang lain tersenyum. Dengan itu sudah cukup untuk membayar lelah khayal dan lelah mata.

Kok seperti itu?...

Ia dr. Autod Grafis memang tidak pernah menetapkan tarif dari karyanya, ia biarkan siapa yang melihat atau  memakai jasanya yang menentukan tarif atau harga. “Bayarlah semahal anda menilai karya saya”. Artinya kalau mereka bayar murah, berarti desain yang sang dr autod grafis berikan, ia mungkin tidak menarik buat mereka atau mungkin memang waktu itu lagi gak pegang duit lebih atau  bisa jadi mereka juga bingung soal harga desain.

Yang bayar mahal, berarti mereka puas dengan kariya sang dr autod grafis, ataw memang mereka yang dermawan, hingga mau membayar pekerjaan yang dalam kurung waktu 2 s/d 12 jam sampe 1 hingga 10 jt. "Songong Lo" hehehe

Yang gak bayar iaaa mungkin desain kita bernilai gartisan di matanya, atau belum mau bayar, atau bayarnya nati-nati aja, sampe mereka lupa, jadi gak bayar deh... hehehe kiding. Dan atau-atau-atau lainnya. Gak tau deh apa alsan mereka. Fositif thinking aja. 

Nah, tadi katanya gak ada kantor atau instasi yang mau pake orang tanpa lisensi, kok ada yang pake jasanya dr Autod Grafis, dari mana mereka tau?...

Itu mah hal lain, kan freelane, kerja ya kita yang atur mau dengan siapa saja dan kapan mau dikerjakan. Tempat kerjanya ia dikamar aja.
Pergi pagi pulang pagi, maksudnya pergi kekamar pagi keluarnya pagi kalau udah banyak yang butuh jasa si dr ini. Sesekali nongkrong di Cafe, gaya-Gayaan kayak orang kaya kemudian selvie dan upload ke sosmed biar dapat like dan komen yang banyak. Hehehe kiding.

dapat pelanggannya dari sosial Media dan memamfaatkan technologi internet yang ada, juga dari kenalan yang sudah tau atau kenal sang dr. Autod Grafis ini.Gituloh marketnya sesimple itukan. 

makanya pake Android/ Smartphone tu jangan cuma di pake untuk snap atau pos sana-sini aja, apa lagi cuma di gunai buat curhat di sosial media dang kepoin pacar. pake dong buat yang produktif. hehehe kiding guais...

Soal sering nongkrong di cafe, bukan berarti si dr. Autod grafis mau bergaya layaknya orang kaya yang beruang-uang-uaaaangggg... Tapi karena kadang setelah desain awal selesai, para pengusaha kaya itu ya ngajak deal desain atau koreksi desain biar sesuai dengan hatinya di cafe gitu. Jadi makan di cafe itu gratis, di traktir sama si pengusaha kaya. hehehe ... Nah mumpung dah di cafe biar kelihatan gaya gitu, sempatkanlah buat selvie dan isi snhaps sosmed gitu loh. Hehehe

Trus juga sering upload poto di coffee shop, kayaknya bagrounnya tu ada tulisan radjea coffee gitu, apalah namanya itu?...

Soal coffee, Si dr. Autod Grafis ini ternyata penikmat Coffee pahit, jadi kalau kehabisan ide ia nongkrong di coffee radjea, Arabica Asli Sungai Penuh, pahit tapi ueenaak tenan loh. heheh aroma coffee yang diseduh di pabriknya itu luar biasa membawa khayal langit yang mebiru, malhirkan ide dengan sejuta mimpi. hehehe

Pantasan gak pernah upload foto bareng cewek di cafe, Upload Foto sendiri terus, kirain lagi nunggu do’i atau isteri tadi!... hehehe

Gak lah, mana ada yang mau sama orang yang di presepsikan oleh tetangganya sendiri sebagai anak manja, anak rumahan, Kerjaannya di kamar mulu, makan tidur, terus sekali keluar gaya-gayaan di cafe, hanya bisa ngabisin uang orang tua. “Presepsi orang wajar lah mereka meilhat kenytaan yang seperti itu, tapi tidak melihat fakta yang terjadi”.

Nah presepsi ini sering kali melekat pada diri seorang desainer terutama yang freelane. Karena mainset oarang pada umumnya itu, kalau kerja ia kalau gak ada tempat tetapnya (kantor), ada baju dinasnya, atau ada kotor-kotorannya, itu baru kerja bagi mereka. 

Tapi kerjaan seperti yang dilakukan si dr autod Grafis ini yang di kamar, dan sesekali keluar buat deal desain seperti yang di ceritakan di atas, jadi dianggaplah dia tidak punya pekerjaan, manja dan ngabisin uang orang tua. Hingga calon mertua yang entah siapa juga jadi ragu nglepasin anaknya ke dr autod grafis jomblo ini. Hehehe. Siapa sih yang mau ngelepasin anaknya sama orang manja dan ngabisin duit orang tuanya saja. "boleh gak punya kerjaan tetap, yang penting tetap bekerja ia guais"

Ia mereka sedang salah Presepsi, dan itu wajar, mereka gak lihat sulitnya di kamar. Memang terlihat seperti orang manja dan tak bisa apa-apa. Tapi jika mendesain itu mudah maka tak akan ada jasa desain Grafis. Semua orang akan melakukanya sendiri. Tapi buktinya orang-orang butuh itu untuk sesuatu yang lebih besar.

Desain grafis atau di dunia akademik di kenal dengan DKV desain komunikasi Visual, bukan sekedar menggambar tapi bagaimana menyampaikan pesan dengan gambar yang kita buat. Sebisa mungkin setiap goresan dan warna memiliki maknanya tersendiri.

Seorang desainer dituntut memahami banyak komponen kehidupan dalam bentuk simbol, dan memahami makna warna, sampai ke fisikologi warna yang ada. Mereka juga di tuntut untuk mampu mengperkirakan angka atau hitung-hitungan. Dll. Untuk zaman di era milenial ini!!! mereka juga di tuntut untuk menguasai technologi komputer, dan mengoperasikannya, Seperti Corel draw, Photoshop, Adobe Ilustratool, Scat up, dan lain-lain. 

Dimana setiap itu memliki tool-tool yang banyak dan berbeda, dan mereka harus mengingatnya baik-baik agar mampu mendapatkan gambar yang sesuai dengan apa yang ada di kepalanya. Tingkat khayalpun juga harus tinggi. Secara kesabaran juga di tuntut untuk dipelajari, aaaa karena pasti akan ketemu dengan pelanggan yang rewel banyak maunya dan berulang-ulang meminta revisi, kadang udah di revisi berulang kali eh malah balik ke desain awal.
"itu Pasti akan ketemu, kalau ketemu jangan marah, mereka mau bagus, krena itu mereka berani bayar jasa kita mahal" Hehehe

Jadi Dunia orang-orang yang berprofesi sebagai anak manja yang ngabisin uang mak itu, hehehe tidak semudah yang dipresepsi mereka yang tidak memahaminya, dunia ini sangat sulit dan berat, dan menentut ketelitian yang mendetail.  Bahkan lebih dari itu.

Oups, ,,, dunia kalian juga berat kok, bukan hanya dunia para desainer. Tapi ketika kalian sudah memilih dunia itu, maka cintai lah dunia pilihan kalian, dengan itu seberat apapun Profesinya akan terasa ringan untuk dijalani. Yang penting jangan saling menghina antar profesi. karena apabila kalian memilih itu, itu adalah yang terbaik untuk kalian. Abaik sang penghasut “iblis Penggoda, musuh hakiki manusia” yang menghasut kalian untuk mengeluh kemudian putus asa, akhirnya jadi gila. hehehe kiding lagi.

kalau dah diberi Rezeki,  jangan lupa bersyukur dan berzakat. Ingat setiap rezeki yang allah berikan kepada kita ada hak orang lain. Jika susah cari tempat zakat yang tepat, ada Lazismu tu yang siap mendistribusikan zakat kalian ke orang yang berhak menerimanya, insya Allah amanah dan sudah terbukti. Hehehe

Soal jomblo, dr Autdo Grafis yang  sok sibuk, bukan jomblo karena gak laku, tapi karena gak sempat pacaran. Ntar aja kalau dah masanya lasung aku terima nikahnya. Biar bisa langsung mendisain masa depan yang indah bersama sang bidadari syurga. mudah-mudahan bidadari syurga anak para klaien yang kaya raya. "Oupssss ofside Hehehe"

Para desainer, jangan sampe gak bisa desain masa depan yang indah ia bersama bidadari syurganya nanti. Dan mulailah desain yang indah itu dengan desain undangan pernikahan kalian. Ntar habis di desain dan susah nyari tempat nyetaknya datang aja tu ke SAHABAT PERCETAKAN, Ada lah diskon khusu buat para desainer yang mau mendesain masa depannya. Hehehe kiding.
Ok gais itulah tulisan singkat kita.
Ctt : ini bukan ilmu desain, tapi ini cerita tentang sang desainer jomblo.Fiktif..
@Safir

Langganan Berita via Email