Social Items

Selasa tepatnya tanggal 28 februari 2019, sekitar pukul 14.30 Kabid IMMawati DPD IMM Provinsi Jambi bersama IMMawati veni mengunjungi korban yang terkena kasus kekerasan seksual yang terjadi di pulau sangkar, ia bernama putri biasa disapa (Puput) saat ini berumur 14 tahun. Puput merupakan anak dari bapak parlah yang pekerjaan beliau sehari2 adalah petani di kebun miliknya, tempat tinggal puput cukup jauh dari keramaian desa, setiap harinya putri pergi ke sekolah dengan mengendarain sepeda dan membawa beberapa dagangan kecil dan ringan untuk di jual keteman2 sekolahnya.
Dari hasil kunjungan kami,  kami melihat kondisi fisik putri sudah mulai membaik meski bekas2 pukulan masih menempel diwajah Demi menjaga kehormatannya puput rela wajahnya dipukuli hingga memar oleh lelaki yang berusia sekitar 24 tahun itu.
Perbincangan kami bersama orang tuanya cukup mengharukan, orang tua nya becerita dengan linangan air mata memohon agar pelaku bisa segera di temukan supaya tidak ada korban lain lagi yang mengalami hal yang serupa.
Saya mencoba memperhatikan putri yang tangannya tak mau lepas dari ibunya, saya rasa ia masih merasakan trauma atas peristiwa yang menimpanya. Bersama putri kami tak banyak mengajukan pertanyaan karena melihat dari wajahnya masih jelas beban traumatik dan lainny masih menghantui dirinya untuk saat ini.

"Bagi saya ini persoalan serius yang harus di selesaikan oleh semua pihak, tidak hanya polisi dan pemerintah, kita pun diuji kepekaan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, karena apabila tidak dituntaskan maka akan timbul kekerasan dalam bentuk lain dan tiada lain PEREMPUANlah yang menjadi objek utama dan  akan terus menerus di rugikan serta akan menjadi korban lagi lagi dan lagi! Ujar wanita yang kerap disapa Ewia.
Dua wanita ini memberikan dukungan kepada keluarga korban "untuk bapak parlan dan keluarga kami turut berduka dan insyaallah IMMAwati siap membantu dan mendampingi bapak di ranah hukum Nanti, terimakasih yang sedalam2nya bapak sudah mau berbagi keluh kesah yang bapak dan keluarga rasakan kepada kami semoga bapak kuat dan tabah dalam persoalan ini." Begitulah semangat yang diberikan oleh IMMawati dalam kunjungannya

Kasus Kekerasan Seksual harus segera di tuntaskan dan di selesaikan, agar tidak ada lagi korban2 yang lainnya.


Terima kasih IMMawatiku Veni Oktaviana yang telah menemani perjalanan kemarin.
Penghujung kata IMMawati Ewia menghimbau untuk membela kemanusiaan
"Hidup penuh dengan pilihan "Membela kemanusiaan itulah jalan yang saya pilih".
(VEE)

Kabid IMMawati IMM Jambi Siap kawal Kasus kekerasan Seksual hingga TUNTAS !

Selasa tepatnya tanggal 28 februari 2019, sekitar pukul 14.30 Kabid IMMawati DPD IMM Provinsi Jambi bersama IMMawati veni mengunjungi korban yang terkena kasus kekerasan seksual yang terjadi di pulau sangkar, ia bernama putri biasa disapa (Puput) saat ini berumur 14 tahun. Puput merupakan anak dari bapak parlah yang pekerjaan beliau sehari2 adalah petani di kebun miliknya, tempat tinggal puput cukup jauh dari keramaian desa, setiap harinya putri pergi ke sekolah dengan mengendarain sepeda dan membawa beberapa dagangan kecil dan ringan untuk di jual keteman2 sekolahnya.
Dari hasil kunjungan kami,  kami melihat kondisi fisik putri sudah mulai membaik meski bekas2 pukulan masih menempel diwajah Demi menjaga kehormatannya puput rela wajahnya dipukuli hingga memar oleh lelaki yang berusia sekitar 24 tahun itu.
Perbincangan kami bersama orang tuanya cukup mengharukan, orang tua nya becerita dengan linangan air mata memohon agar pelaku bisa segera di temukan supaya tidak ada korban lain lagi yang mengalami hal yang serupa.
Saya mencoba memperhatikan putri yang tangannya tak mau lepas dari ibunya, saya rasa ia masih merasakan trauma atas peristiwa yang menimpanya. Bersama putri kami tak banyak mengajukan pertanyaan karena melihat dari wajahnya masih jelas beban traumatik dan lainny masih menghantui dirinya untuk saat ini.

"Bagi saya ini persoalan serius yang harus di selesaikan oleh semua pihak, tidak hanya polisi dan pemerintah, kita pun diuji kepekaan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, karena apabila tidak dituntaskan maka akan timbul kekerasan dalam bentuk lain dan tiada lain PEREMPUANlah yang menjadi objek utama dan  akan terus menerus di rugikan serta akan menjadi korban lagi lagi dan lagi! Ujar wanita yang kerap disapa Ewia.
Dua wanita ini memberikan dukungan kepada keluarga korban "untuk bapak parlan dan keluarga kami turut berduka dan insyaallah IMMAwati siap membantu dan mendampingi bapak di ranah hukum Nanti, terimakasih yang sedalam2nya bapak sudah mau berbagi keluh kesah yang bapak dan keluarga rasakan kepada kami semoga bapak kuat dan tabah dalam persoalan ini." Begitulah semangat yang diberikan oleh IMMawati dalam kunjungannya

Kasus Kekerasan Seksual harus segera di tuntaskan dan di selesaikan, agar tidak ada lagi korban2 yang lainnya.


Terima kasih IMMawatiku Veni Oktaviana yang telah menemani perjalanan kemarin.
Penghujung kata IMMawati Ewia menghimbau untuk membela kemanusiaan
"Hidup penuh dengan pilihan "Membela kemanusiaan itulah jalan yang saya pilih".
(VEE)

Langganan Berita via Email