Social Items

Indra Mustika
Indra : Musda KNPI Kota Sungai Penuh terjadi dalam kegelapan ditengah suasana demokrasi yang terang, sejumlah OKP tidak hadir karena disenyalir ada kendali politik untuk memberi jalur mulus dalam perebutan kekuasaan, dalam dunia transparansi hari ini kita menemukan keanehan dimana musda dilakukan tersembunyi tanpa informasi media, malah publik mengetahui di medsos, dimana posisi demokrasi KNPI?

KNPI subtansinya memberi ruang berdialektika dan berkontestasi dalam proses pengdemokrasian kepemudaan, dia harus menjadi wadah kaderisasi dan edukasi untuk generasi muda dalam mensuplai wawasan, sehingga masa depan bangsa ini di pimpin oleh manusia berkualitas dan berintegritas.

Musda KNPI telah membunuh ruang demokrasi dimana transisi kekuasaan dikendalikan oleh penguasa, demokrasi merupakan kesadaran bersama dimana kedaulatan ditangan rakyat. Ditubuh KNPI itu memberi kesan bahwa demokrasi telah dihina dengan menyembunyikan dan menggelapkan, bahkan ada OKP yang tidak hadir dikarenakan tak dapat undangan.

Ini sebenarnya soal dimana posisi kekuasaan tak lagi dikendalikan oleh demokrasi tapi demokrasi dikendalikan oleh kekuasaan, sehingga kesewenangan memformat transisi kekuasaan seolah demokrasi padahal itu jelas membunuh demokrasi karena tidak membangun partisipasi pemuda.

KNPI mesti bertaubat, 4 tahun ketua KNPI dipegang oleh bung Fikar Azami namun tidak memberi bukti kemajuan pemuda Kota Sungai Penuh, beberapa kegiatan tidak melibatkan OKP, justru bung fikar mensandra KNPI dalam gelanggang politik praktis, kita tahu bung fikar juga Ketua DPC Demokrat, bagaimanapun mencoba berdalih tetap AD ART KNPI menjelaskan dalam pasal 6 "KNPI bersifat terbuka dan indenpenden". 

Dalam pasal 6 AD ART KNPI jelas memberi pesan bahwa bung fikar tidak indenpenden, kemudian musda yang dilakukan secara tidak terang bertentangan dengan konstitusi Knpi. 

Demokrasi ditubuh Knpi harus dihidupkan, ini menjadi tantangan pemuda yang punya akal sehat. 

Demokrasi Mati Suri di Tubuh KNPI Kota Sungai Penuh

Indra Mustika
Indra : Musda KNPI Kota Sungai Penuh terjadi dalam kegelapan ditengah suasana demokrasi yang terang, sejumlah OKP tidak hadir karena disenyalir ada kendali politik untuk memberi jalur mulus dalam perebutan kekuasaan, dalam dunia transparansi hari ini kita menemukan keanehan dimana musda dilakukan tersembunyi tanpa informasi media, malah publik mengetahui di medsos, dimana posisi demokrasi KNPI?

KNPI subtansinya memberi ruang berdialektika dan berkontestasi dalam proses pengdemokrasian kepemudaan, dia harus menjadi wadah kaderisasi dan edukasi untuk generasi muda dalam mensuplai wawasan, sehingga masa depan bangsa ini di pimpin oleh manusia berkualitas dan berintegritas.

Musda KNPI telah membunuh ruang demokrasi dimana transisi kekuasaan dikendalikan oleh penguasa, demokrasi merupakan kesadaran bersama dimana kedaulatan ditangan rakyat. Ditubuh KNPI itu memberi kesan bahwa demokrasi telah dihina dengan menyembunyikan dan menggelapkan, bahkan ada OKP yang tidak hadir dikarenakan tak dapat undangan.

Ini sebenarnya soal dimana posisi kekuasaan tak lagi dikendalikan oleh demokrasi tapi demokrasi dikendalikan oleh kekuasaan, sehingga kesewenangan memformat transisi kekuasaan seolah demokrasi padahal itu jelas membunuh demokrasi karena tidak membangun partisipasi pemuda.

KNPI mesti bertaubat, 4 tahun ketua KNPI dipegang oleh bung Fikar Azami namun tidak memberi bukti kemajuan pemuda Kota Sungai Penuh, beberapa kegiatan tidak melibatkan OKP, justru bung fikar mensandra KNPI dalam gelanggang politik praktis, kita tahu bung fikar juga Ketua DPC Demokrat, bagaimanapun mencoba berdalih tetap AD ART KNPI menjelaskan dalam pasal 6 "KNPI bersifat terbuka dan indenpenden". 

Dalam pasal 6 AD ART KNPI jelas memberi pesan bahwa bung fikar tidak indenpenden, kemudian musda yang dilakukan secara tidak terang bertentangan dengan konstitusi Knpi. 

Demokrasi ditubuh Knpi harus dihidupkan, ini menjadi tantangan pemuda yang punya akal sehat. 

Langganan Berita via Email