Halaman

    Social Items

@safir

Di pelataran kota yang ramai.
ku duduk termenung dalam sepi.
Memandangi kelam malam.
dalam ramai bintang yang mulai sirna.
Hati tenang damai dalam asa yang menggebu.
Pikiran melayang entah kemana?.

Diam tanpa bahasa, hanya gerakan kecil bibir.
Menegguk segelas kopi hitam.
Selamat malam kelam...
Kan ku tunggu pagi untuk ku sampaikan.
Selamat pagi sepi.

Kemudian, ku kan berjalan lagi.
menyingkap daun-daun yang akan mati
untuk kusirami biar tumbuh kembali.
Agar bisa untuk ku tinggal pergi.

Kan kucari pohon yang kokoh.
Agar ku bisa bersandar Ketika lelah.
Kan ku cari tumbuhan berkhasiat.
Agar bisa ku jadikan obat ketika sakit.
Akan ku cari jangkrik.
Agar ada yang menghibur ketika sedih.
Akan ku cari burung.
Agar ada yang menenangkan ketika gundah.

Aku...
Aku...
Aku hanyalah sesok diri.
yang akan terus mencari AKU.
Hingga AKU yang sebenar AKU
Terasa satu dalam diri ku

Aku Mencari AKU

@safir

Di pelataran kota yang ramai.
ku duduk termenung dalam sepi.
Memandangi kelam malam.
dalam ramai bintang yang mulai sirna.
Hati tenang damai dalam asa yang menggebu.
Pikiran melayang entah kemana?.

Diam tanpa bahasa, hanya gerakan kecil bibir.
Menegguk segelas kopi hitam.
Selamat malam kelam...
Kan ku tunggu pagi untuk ku sampaikan.
Selamat pagi sepi.

Kemudian, ku kan berjalan lagi.
menyingkap daun-daun yang akan mati
untuk kusirami biar tumbuh kembali.
Agar bisa untuk ku tinggal pergi.

Kan kucari pohon yang kokoh.
Agar ku bisa bersandar Ketika lelah.
Kan ku cari tumbuhan berkhasiat.
Agar bisa ku jadikan obat ketika sakit.
Akan ku cari jangkrik.
Agar ada yang menghibur ketika sedih.
Akan ku cari burung.
Agar ada yang menenangkan ketika gundah.

Aku...
Aku...
Aku hanyalah sesok diri.
yang akan terus mencari AKU.
Hingga AKU yang sebenar AKU
Terasa satu dalam diri ku

Langganan Berita via Email