Social Items



By : Chintiah Rosalina
Hari ini kembali ku goreskan tetesan tinta hitamku.
Perlahan ku rangkai kata demi kata.
Gerimis menemani ku tuk menuangkan lara.

Danau ini menjadi saksi bisu antara aku dan syair ku.
Larut aku dalam imajinasi .
Hingga ku hanyut dalam rintiknya gerimis .

Gerimis antarkan rasa rindu ini padanya.
Yang tak tau aku wujudnya tetapi sangat ku rindukan.
Tiap detik,tiap menit,bahkan setiap saat.
Detak jantungku dan denyut nadiku menyebut namanya.
Allah...
Allah...
Allah...

Dialam bebas ini semakin kurasakan indahnya rahmatmu.
Hingga lisanku hanya mampu ku rajut dengan jari-jari yang bergerak ini.
Betapa tidak menggeloranya rindu ini.
Jangankan aku,langitpun menangis ingin bertemu denganmu.

Chintia Rosalina "Syair Rinduku"



By : Chintiah Rosalina
Hari ini kembali ku goreskan tetesan tinta hitamku.
Perlahan ku rangkai kata demi kata.
Gerimis menemani ku tuk menuangkan lara.

Danau ini menjadi saksi bisu antara aku dan syair ku.
Larut aku dalam imajinasi .
Hingga ku hanyut dalam rintiknya gerimis .

Gerimis antarkan rasa rindu ini padanya.
Yang tak tau aku wujudnya tetapi sangat ku rindukan.
Tiap detik,tiap menit,bahkan setiap saat.
Detak jantungku dan denyut nadiku menyebut namanya.
Allah...
Allah...
Allah...

Dialam bebas ini semakin kurasakan indahnya rahmatmu.
Hingga lisanku hanya mampu ku rajut dengan jari-jari yang bergerak ini.
Betapa tidak menggeloranya rindu ini.
Jangankan aku,langitpun menangis ingin bertemu denganmu.

Langganan Berita via Email