Halaman

    Social Items

#juna
Zaman terlalu cepat meninggalkan rasa pahit, sehingga yang di dapat hanyalah pelajaran-pelajaran yang menyakitkan

Tau kenapa? Semua berawal pada suatu perkumpulan yang mana diharapkan dapat membawa perubahan bagi pribadi seseorang, namun ternyata semua tak seperti yg di bayangkan, dimana junior melanjutkan asa dari sang senior yang bisa kita sebut dengan " BOS BESAR "

Semua harapan mulai bermuculan, ketika pendidikan di suatu perkumpulan tersebut bertujuan membentuk manusia-manusia yang cendekia

Betapa bahagia melihat hasil dari pendidikan tersebut.
Ketika disuatu malam, bersambilan rintik-rintik hujan yang membasahi bumi, munculah ide-ide cemerlang dari sang Junior untuk mewujudkan perkumpulan yang lebih sholid dalam hal pergerakan. 

Rasa bingung mulai terasa disaat banyak pertanyaan yang bermunculan dalam proses mewujudkan ide-ide cemerlang.

Sudah sewajarnya sang Junior bertanya terhadap BOS BESAR. Namun jawaban dari pertanyaan spele yang dilontarkan BOS BESAR sangatlah menyakiti perasaan dari Junior yang sedang kebingungan di dalam rumitnya pertanyaan-pertanyaan spele
Lontaran kata-kata yang tak pantas diucapkan membuat ide-ide tersebut hancur berantakan. Semangat berjuang pun mulai memudar akibat hantaman kata-kata yang tak pantas di dengar oleh Junior yang kurang akan pengetahuan.

Pantaskah seorang junior masih meraba di jalan kebenaran,disaat memiliki senior atau BOS BESAR yg sudah berpengalaman? 
Saya rasa tidak! Hal itu tak pantas di lakukan karena junior sudah memilik tempat untuk mengadu walaupun kenyaatan nya sangat menyyat perasaan. 

Namun disini saya menemukan, banyak jalan menuju roma itu emang nyata ada nya, ketika tempat aduan Junior tidak lah hanya kepada  si BOS BESAR yg tidak paham arti dari kata-kata SENIOR! Opsi lain bermunculan harus bertanya kemana dan pada siapa, harapan yang sudah pudar kembali muncul dari ide-ide manusia yang saya rasa sudah tak mempunyai BOS BESAR.

Namun itu pembelajaran bagi junior yang tak tau apa-apa, agar bisa menjadi BOS BESAR yg di harapkan oleh Junior nya kelak yang menginginkan suatu petunjuk dari pertanyaan-pertanyaan spele, 

Namun satu permintaan dari Junior payah seperti kami, berbanggalah anda wahai BOS BESAR, ketiak junior yang payah ini mulai meraih hasil dari ide-ide yang dulu kau rendahkan.

Juna : BOS BESAR

#juna
Zaman terlalu cepat meninggalkan rasa pahit, sehingga yang di dapat hanyalah pelajaran-pelajaran yang menyakitkan

Tau kenapa? Semua berawal pada suatu perkumpulan yang mana diharapkan dapat membawa perubahan bagi pribadi seseorang, namun ternyata semua tak seperti yg di bayangkan, dimana junior melanjutkan asa dari sang senior yang bisa kita sebut dengan " BOS BESAR "

Semua harapan mulai bermuculan, ketika pendidikan di suatu perkumpulan tersebut bertujuan membentuk manusia-manusia yang cendekia

Betapa bahagia melihat hasil dari pendidikan tersebut.
Ketika disuatu malam, bersambilan rintik-rintik hujan yang membasahi bumi, munculah ide-ide cemerlang dari sang Junior untuk mewujudkan perkumpulan yang lebih sholid dalam hal pergerakan. 

Rasa bingung mulai terasa disaat banyak pertanyaan yang bermunculan dalam proses mewujudkan ide-ide cemerlang.

Sudah sewajarnya sang Junior bertanya terhadap BOS BESAR. Namun jawaban dari pertanyaan spele yang dilontarkan BOS BESAR sangatlah menyakiti perasaan dari Junior yang sedang kebingungan di dalam rumitnya pertanyaan-pertanyaan spele
Lontaran kata-kata yang tak pantas diucapkan membuat ide-ide tersebut hancur berantakan. Semangat berjuang pun mulai memudar akibat hantaman kata-kata yang tak pantas di dengar oleh Junior yang kurang akan pengetahuan.

Pantaskah seorang junior masih meraba di jalan kebenaran,disaat memiliki senior atau BOS BESAR yg sudah berpengalaman? 
Saya rasa tidak! Hal itu tak pantas di lakukan karena junior sudah memilik tempat untuk mengadu walaupun kenyaatan nya sangat menyyat perasaan. 

Namun disini saya menemukan, banyak jalan menuju roma itu emang nyata ada nya, ketika tempat aduan Junior tidak lah hanya kepada  si BOS BESAR yg tidak paham arti dari kata-kata SENIOR! Opsi lain bermunculan harus bertanya kemana dan pada siapa, harapan yang sudah pudar kembali muncul dari ide-ide manusia yang saya rasa sudah tak mempunyai BOS BESAR.

Namun itu pembelajaran bagi junior yang tak tau apa-apa, agar bisa menjadi BOS BESAR yg di harapkan oleh Junior nya kelak yang menginginkan suatu petunjuk dari pertanyaan-pertanyaan spele, 

Namun satu permintaan dari Junior payah seperti kami, berbanggalah anda wahai BOS BESAR, ketiak junior yang payah ini mulai meraih hasil dari ide-ide yang dulu kau rendahkan.

Langganan Berita via Email